Mengapa Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Itu Penting? Refleksi untuk Guru dan Praktisi Pendidikan‼️
Mengapa Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Itu Penting?
Refleksi untuk Guru dan Praktisi Pendidikan
Matematika sering dianggap sebagai kumpulan angka, rumus, dan prosedur. Padahal, lebih dari itu, matematika adalah sarana untuk melatih cara berpikir. Salah satu kemampuan yang sangat penting dalam pembelajaran matematika adalah kemampuan berpikir kritis matematis.
Dalam tulisan ini, Blog Pak Ipung akan mengajak Bapak/Ibu dan rekan-rekan pendidik untuk memahami:
- Apa itu kemampuan berpikir kritis matematis?
- Apa saja indikatornya menurut para ahli?
- Mengapa kemampuan ini sangat penting dalam pembelajaran matematika?
- Bagaimana hasil penelitian dalam 10 tahun terakhir?
1. Apa Itu Kemampuan Berpikir Kritis Matematis?
Secara sederhana, berpikir kritis matematis adalah kemampuan siswa untuk menganalisis masalah, mengevaluasi argumen, dan mengambil keputusan berdasarkan penalaran logis dalam konteks matematika.
Ennis (1996) menjelaskan bahwa berpikir kritis mencakup kemampuan untuk:
- Memfokuskan pertanyaan
- Menganalisis argumen
- Mengajukan dan menjawab pertanyaan
- Mempertimbangkan kredibilitas sumber
- Melakukan deduksi dan induksi
- Mengidentifikasi asumsi
- Mengatur strategi dan taktik dalam menyelesaikan masalah
Artinya, berpikir kritis bukan sekadar “bisa menjawab soal”, tetapi bagaimana siswa mampu mempertanggungjawabkan cara berpikirnya.
Facione (2020) mendefinisikan berpikir kritis sebagai proses pengambilan keputusan yang didasarkan pada bukti, konsep, metode, kriteria, serta interpretasi dan evaluasi yang sistematis.
“Mengapa rumus ini digunakan?”
“Apakah ada cara lain?”
“Apakah jawabannya masuk akal?”
Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah contoh sederhana bagaimana berpikir kritis matematis dapat tumbuh di dalam kelas.
2. Indikator Kemampuan Berpikir Kritis Matematis
Berikut adalah indikator kemampuan berpikir kritis matematis yang banyak digunakan dalam penelitian pendidikan matematika:
1️⃣ Interpretasi
Kemampuan memahami dan menjelaskan informasi atau data matematis. Contohnya, siswa mampu memahami apa yang diketahui dan ditanyakan dalam soal cerita.
2️⃣ Analisis
Kemampuan mengidentifikasi hubungan antar konsep atau pernyataan matematis. Misalnya, siswa mampu menghubungkan konsep persamaan linear dengan grafiknya.
3️⃣ Evaluasi
Kemampuan menilai keakuratan argumen atau solusi. Siswa dapat memeriksa apakah langkah penyelesaian sudah tepat.
4️⃣ Inferensi
Kemampuan menarik kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang tersedia.
5️⃣ Eksplanasi
Kemampuan menjelaskan alasan di balik suatu jawaban. Tidak hanya memberikan hasil akhir, tetapi juga alasan logisnya.
6️⃣ Regulasi Diri
Kemampuan merefleksi dan mengontrol proses berpikir sendiri serta menyadari kesalahan yang dilakukan.
3. Mengapa Berpikir Kritis Penting dalam Pembelajaran Matematika?
Pratama (2013) menjelaskan bahwa berpikir kritis merupakan proses mental untuk menganalisis pendapat, mengembangkan pola penalaran logis, serta memahami asumsi dan bias dalam suatu argumen.
Santrock (2011) menyatakan bahwa berpikir kritis adalah bentuk pemikiran reflektif dan produktif yang melibatkan evaluasi terhadap bukti.
Dalam pembelajaran matematika, siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis akan:
- Tidak mudah menyerah saat menghadapi soal sulit
- Memeriksa kembali jawabannya
- Mampu membandingkan beberapa strategi penyelesaian
- Berani menyampaikan alasan secara logis
Hasil studi internasional seperti TIMSS juga menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa Indonesia masih perlu ditingkatkan. Ini menjadi refleksi bersama bahwa pembelajaran matematika tidak boleh berhenti pada hafalan rumus.
4. Hasil Penelitian 10 Tahun Terakhir
Dalam satu dekade terakhir, banyak penelitian menunjukkan bahwa:
- Model Problem Based Learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis.
- Pendekatan berbasis proyek dan kontekstual juga memberikan dampak positif.
- Indikator interpretasi cenderung lebih tinggi dibanding evaluasi dan inferensi.
- Regulasi diri masih menjadi indikator yang paling lemah.
Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran harus dirancang untuk menantang siswa berpikir, bukan hanya mengerjakan latihan rutin.
5. Penutup
Kemampuan berpikir kritis matematis adalah jantung dari pembelajaran matematika yang bermakna. Ia membantu siswa memahami konsep secara mendalam, menganalisis masalah secara sistematis, mengevaluasi solusi, dan mengambil keputusan secara rasional.
“Apakah ada cara lain?”
“Mengapa cara ini benar?”
“Bagaimana jika kondisinya diubah?”
Pertanyaan-pertanyaan kecil tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk membangun budaya berpikir kritis di kelas matematika.
Salam hangat,
Pak Ipung ✍️📘
Referensi
Ennis, R. H. (1996). Critical thinking dispositions toward critical thinking. Informal Logic, 18(2), 103–110.
Facione, P. A. (2020). Critical thinking: A statement of expert consensus for purposes of educational assessment and instruction. California Academic Press.
Pratama, A. (2013). Indikator berpikir kritis menurut ahli.
Santrock, J. W. (2011). Educational psychology. McGraw-Hill.

Post a Comment